Menganggur Dengan Malam
aku berdiri tanpa tujuan, tanpa nama.
Hari-hari berlalu seperti angin,
membawa cerita tanpa akhir yang tak pasti.
Pagi tak lagi penuh semangat,
matahari terbit hanya jadi lukisan hangat.
Langkah-langkahku tak berjejak,
meniti jalan yang sunyi dan retak.
Waktu,
teman yang dulu begitu setia,
kini berubah menjadi penjara
di mana aku terjebak dalam tanya:
Apa arti dari semua yang ada?
Namun di tengah kekosongan ini,
ada ruang untuk mimpi yang bersemi.
Mungkin hari ini aku tak menemukan,
tapi besok ada pintu yang akan kubuka.
Menganggur bukan akhir cerita,
hanya jeda untuk menyusun makna.
Dalam hening, aku temukan kekuatan,
menganyam harap, menanti tujuan.
Sebab hidup,
meski kadang lambat, tetap berjalan,
dan aku,
akan bangkit bersama harapan.
Komentar
Posting Komentar